Go To :     Roeslan in Cabinet      Riwayat 1964

RIWAYAT SINGKAT H. ROESLAN ABDULGANI

LAHIR : Surabaya, 24 Nopember 1914

 

WAFAT : Jakarta, 29 Juni 2005

( Koleksi Pribadi Rudiono Iskandar Abdulgani )

PENDIDIKAN

 

1920 - 1928

HIS (Hollandsch Inlandsche School) - Surabaya

 

1928 - 1932

MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) - Surabaya

 

1932 - 1934

HBS (Hoger Beroeps Onderwijs) & OEK

(Openbare Europeesche Kweekschool) - Surabaya

Tidak berijazah - Dikeluarkan dari sekolah karena aktivitasnya di Gerakan Pemuda / Kemerdekaan.

1938

Kursus Tata Buku A & B - Surabaya

 

1940

Kursus Notariat I & II - Surabaya

 

 

AKTIVITAS & KARIR

 

1926

Anggota National Indonesische Padvinderij (Pramuka)

di Surabaya

1934

Ketua Indonesia Moeda

1935

Mengajar di Kweekschool Islamiyah, Perguruan Rakyat & Kursus malam Taman Siswa

1936 - 1937

Ketua Pedoman Besar Indonesia Moeda

1937 - 1941

Karyawan yayasan semi-pemerintah dibawah pimpinan Ir. Darmawan Mangunkusumo (adik DR. Tjipto Mangunkusumo), atas bantuan Dr. Samsi (menteri keuangan pertama RI).

Yayasan ini bertujuan untuk memajukan kerajinan tangan rakyat dengan cara memberi penyuluhan & bantuan teknik serta memperkenalkan koperasi pengrajin di Surabaya.

1938

Menikah dengan Sihwati Nawangwulan, seorang guru di "Perguruan Marhaen" - Surabaya

Perkenalan dengan Sihwati dimulai sejak 1932, sebagai anggota Indonesia Moeda

1942 - 1943

Zaman Pendudukan Jepang.

Menjadi Kepala Bagian Ekonomi dari POETERA di Surabaya

3 bulan mengikuti pendidikan Pegawai Negeri di Jakarta (Genchimin Kansi Renseijo), bertempat di Bruderan jln. Merdeka Timur (sekarang Markas Garnisun)

1945 - 1946

Redaksi Majalah Bakti.

Memimpin Angkatan Muda Indonesia sewaktu Proklamasi Kemerdekaan dan pertempuran Surabaya.

Dalam Pertempuran 10 Nopember 1945, ikut menjadi Sekretaris Komite Bersama antara RI - Tentara Sekutu.

1946 - 1947

Kepala Dinas Penerangan Rakyat Jawa Timur

Mengungsi ke Malang

1947 - 1949

Jogjakarta - Sekdjen Kementrian Penerangan

Pindah ke Jogja, Ibukota R. I. pada saat itu.

Pada 19 Desember 1948, tertembak sewaktu  serangan udara Belanda - tangan kanan cacat.

Akhir 1949 ke Jakarta

1950 - 1954

Djakarta - Sekdjen Kementrian Penerangan

Lihat "riwayat 1964" untuk detail.

1954 - 1956

Sekdjen Kementrian Luar Negeri

Tahun 1955 menjadi Sekdjen Konperensi Asia-Afrika di Bandung. Mengikuti rombongan Presiden  ke Arab Saudi & ibadah Haji.

1956 - 1957

Menteri Luar Negeri

Mengikuti Presiden Sukarno ke Amerika Serikat, Canada, Eropa-Barat, Soviet-Uni, Tjeckoslowakia, Mongolia dan R.R.T.

1957 - 1959

Wakil Ketua Dewan Nasional

 

1959 - 1962

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung

 

1962 - 1965

Menteri Koordinator Hubungan Rakyat, merangkap Menteri Penerangan

Tahun 1964 - Wakil Ketua IV DPP. PNI

1965 - 1966

Anggota Presidium Kabinet & Wakil Perdana Menteri Bidang Politik. (Kabinet Dwikora II)

Jabatan berakhir pada tgl. 25 Juli 1966.

1967 - 1971

Duta Besar R.I. untuk PBB (Kabinet Ampera)

Di masa reses sidang PBB, mengikuti kuliah-kuliah di Hunter College dan Columbia University.

 

MASA PENSIUN

 

1971 - 1993

Ketua Tim Penasihat Presiden mengenai Pelaksanaan P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila)

Menjadi Guru Besar di beberapa Universitas di Indonesia, memberi ceramah di luar negeri - Mencatat arsip Sejarah Politik Indonesia-Belanda di Amsterdam & Den Haag atas undangan Prins Bernhard - Konsultan UNESCO Paris, bertugas membantu meredakan perang Iran-Irak, dll.

1993 - 1998 Konsultan BP-7 Pusat (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan P4)

1998 - 2000

Anggota Badan Pertimbangan Perintis Kemerdekaan

2000 - 2004

Anggota Dewan Tanda-tanda Kehormatan R.I.

         

GELAR DAN TANDA JASA

 
  • 1945 - Kapten Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Surabaya

  • Doctor Honoris Causa Universitas Padjadjaran, Bandung (31 Jul. 1961)

  • Doctor Honoris Causa Universitas Airlangga, Surabaya (10 Nop. 1964)

  • Doctor Honoris Causa IAIN Sunan Kalidjogo, Jogjakarta

  • 24 November 1964 - Jendral Tituler TNI-AD

  • Bintang Kehormatan dari Mesir, Austria dan Yugoslavia

  • Bintang Gerilya R.I.

  • Bintang Perang Kemerdekaan I dan II

  • Bintang Satya Lencana Bakti

  • Bintang Mahaputra

  • 1995 - diangkat menjadi Kerabat Dekat Sunan Dradjat di Paciran, Lamongan - Jawa Timur oleh bapak Moch. Said. (Bersama dengan Pangdam V Brawijaya & Kapolsek Jawa Timur)

Karya Tulis

   

        Antara lain :

  • Heroes Day and the Indonesian Revolution, Prapanca, 1964

  • Indocina dalam Kawasan Asia Tenggara Dewasa Ini, Idayu, 1979

  • Nationalism, Revolution and Guided Democracy in Indonesia, Monash University, 1973

  • The Bandung Connection, Gunung Agung, 1981

Rudy Abdulgani 2005 - roeslan.abdulgani.com